Selasa, 02 Maret 2010

PERKENALAN OSIS / MPK

- Faktor yang perlu diperhatikan agar OSIS/MPK tetap eksis :

1. Sumber daya

2. Efisiensi

3. Koordinasi kegiatan sejalan dengan tujuan

4. Pembaharuan

5. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan luar

6. Terpenuhinya fungsi dan peranan seluruh komponen

- Peranan OSIS/MPK :

1. Sebagai wadah

Maksudnya OSIS/MPK sebagai tempat kegiataan dan pembinaan untuk mendukung tercapainya pembinaan kesiswaan.

2. Sebagai penggerak / motivator

Maksudnya OSIS/MPK sebagi pendoromg munculnya keinginan, semangat siswa untuk melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan.

3. Peranan yang bersifat preventif

Misalnya : menyelesaikan persoaalan prilaku menyimpang siswa dan sebagainya.

a. Syarat Pengurus OSIS/MPK

· Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

· Memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun terhadap orang tua, guru, dan teman;

· Memiliki bakat sebagai pemimpin;

· Memiliki kemauan, kemampuan, dan pengetahuan yang memadai;

· Dapat mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga pelajarannya tidak terganggu kerena menjadi pengurus OSIS/MPK;

· Khusus untuk Ketua OSIS/MPK SMA, ditambah persyaratan :

b. mempunyai kemampuan berfikir yang jernih;

c. memiliki wawasan mengenai kondisi yang sedang dihadapi bangsanya;

· Tidak duduk di kelas terakhir, karena akan menghadapi ujian akhir.

b. Kewajiban pengurus

· Menyusun dan melaksanakan Program Kerja sesuai Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga;

· Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan dan martabat sekolahnya;

· Kepemimpinan pengurus OSIS/MPK bersifat kolektif;

· Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kepada rapat perwakilan Kelas pada akhir jabatannya;

· Selalu berkonsultasi dengan pembina.

OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)

- Pengertian OSIS : Suatu organisasi siswa yang terdapat di lingkungan sekolah yang bersangkutan.

- Rincian tugas penggurus OSIS

1. Ketua

a. Memimpin berorganisasi dengan baik dan bijaksana;

b. Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan;

c. Menetapkan kebijakan yang telah dipersispkan dan direncanakan oleh aparat kepengurusan;

d. Memimpin rapat;

e. Menetapkan kebijaksanaan dan menggambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat;

f. Setiap saat mengevaluasi kegiataan aparat kepengurusan.

2. Wakil Ketua

a. Bersama-sama ketua menetapkan kebijaksanaan;

b. Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan;

c. Menggantikan ketua jika berhalangaan;

d. Bertanggung jawab kepada ketua;

e. Wakil ketua I bersama dengan wakil sekertaris I mengkoordinasi 4 seksi I, II, III dan IV, wakil ketua II bersama-sama dengan wakil sekertaris II mengkoordinir 4 seksi V, VI, VII dan VIII.

3. Sekertaris

a. Memberikan saran/masukan kepada ketua dalam mengambil keputusan;

b. Mendampingi kepada ketua memimpin setiap rapat;

c. Menyampaikan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan;

d. Menyiapkan laporan surat hasil rapat dan evaluasi kegiatan;

e. Bersama ketua menandatangani setiap surat;

f. Bertanggung jawab atas administrasi organisasi;

g. Bertindak sebagai notulis dalam rapat, atau diserahkan kepada wakil sekertaris.

4. Wakil Sekertaris

a. Aktif membantu pelaksanaan tugas sekertaris;

b. Menggantikan sekertaris jika sekertaris berhalangan;

c. Masing-masing wakil sekertaris membantu para wakil ketua mengkoordinir seksi I, II, II, IV V, dan VI, VII, VIII.

5. Bendahara dan Wakil Bendahara

a. Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukan /pengeluaran uang/ biaya yang yang diperlukan;

b. Membuat tanda bukti kuitansi setiap pemasukan/pengeluaran uang untuk mempertanggung jawabkan;

c. Bertanggung jawab atas inventaris dan perbendaharaan;

d. Menyampaikan keuangan secara berkala.

- Pokok-pokok kegiatan sekbid :

1. Sie Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (KTTYME)

a. Melaksanakaan ibadah sesuai dengan ketantuan masing-masing;

b. Memperingati hari-hari besar agama;

c. Mengadakan lomba yang bersifat keagamaan, dan

d. Kegiatan lainnya

2. Sie Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (KBBN)

a. Melaksanakan upacara bendera setiap hari senin pagi dan hari-hari besar nasional;

b. Melaksanakan bakti sosial/ masyarakat;

c. Memelihara kalestarian dan keindahaan lingkungan sekolah, dan

d. Kegiatan lainnya.

3. Sie Pendidikan dan Pendahuluan Bela Negara (P2BN)

a. Melaksanakan tata tertib sekolah;

b. Melaksanakan baris-berbaris;

c. Melaksanakan wisata siswa, mendaki gunung, napak tilas dan

d. Kegiataan lainnya.

4. Sie Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur (KBPL)

a. Melaksanakaan Pedoman Penghayaatan dan Pengamalan Pancasila (P4);

b. Melaksanakan tata krama siswa;

c. Melaksanakan kegiatan amal untuk meringankan pengandang cacat, yatim piatu, orang jompo, dan orang tertimpa bencana alam, dan

d. Kegiatan lainnya

5. Sie Berorganisai Pendidikan Politik dan Kepemimpinan (BP2K)

a. Memantapakan OSIS dan pengembangan program OSIS;

b. Melaksanakan latihan kepemimpinaan;

c. Melaksakan forum diskusi dan ilmiah;

d. Membantu pelaksanaan penataraan P4 siswa, dan

e. Kegiataan lainnya

6. Sie Ketrampilaan dan Kewiraswastaan (KETRASTA)

a. Meningkatkaan usaha koprasi sekolah dan unit produksi;

b. Melaksanakaan Praktek Kerja Nyata (PKN);

c. Membuat ketrampilaan dengan bahan bekas dan

d. kegiataan lainnya.

7. Sie Kesegaraan Jasmani dan Daya kreasi (KEJASI)

a. Menyelenggarakan lomba olah raga;

b. Menyelenggarakan senam pagi;

c. Melaksanakaan pencegahaan penyalah gunaan narkotika;

d. Pelestariaan lingkungan hidup yang dikreasikaan berupa kegiataan: penghijauaan, perbaikaan selokan, mandi cuci kakus (MCK) dan sebagainya;

e. Menciptakaan barang-barang yang semula tidak berguna menjadi barang yang berguna dan bernilai;

f. Kegiataan lainnya.

8. Sie Persepsi, Apresiasi dan Kreasi Seni (PERAPSINI)

a. Menyelenggarakaan berbagai pentas seni;

b. Menyelenggarakaan lomba lawak, panggung remaja, deklamasi/ baca puisi;

c. Menyelenggarakan sanggar berbagai macam seni, dan

d. Kegiataan lainnya

MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas)

- MPK adalah : Suatu organisasi di lingkungan sekolah yang kegiatannya mengawasi kinerja OSIS dalam setiap kegiatannya.

- Rincian tugas penggurus MPK sama dengan OSIS.

- Pokok-pokok kegiatan sekbid :

1. Komisi A : mengawasi dan membantu tugas sie KTTYME

2. Komisi B : mengawasi dan membantu tugas sie KBBN

3. Komisi C : mengawasi dan membantu tugas sie P2BN

4. Komisi D : mengawasi dan membantu tugas sie KBPL

5. Komisi E : mengawasi dan membantu tugas sie BP2K

6. Komisi F : mengawasi dan membantu tugas sie KETRASTA

7. Komisi G : mengawasi dan membantu tugas sie KEJASI

8. Komisi H : mengawasi dan membantu tugas sie PERAPSINI

Struktur Organisasi OSIS/MPK

Penaggung Jawab

Kepala Sekolah


Wakil Penanggung Jawab

Wakasek

Pembina OSIS

Wakasek Kesiswaan

Ketua MPK Ketua Umum

Ketua I

Ketua II

Sekretaris Umum Bendahara Sekretaris I Wakil Bendahara

Sekretaris II










KO. A KO. B KO. C KO. D

KTTYME KBBN P2BN KBPL

KO. E KO. F KO. G KO. H

BP2K KETRASTA KEJASI PERAPSINI


Arti dan Lambang OSIS












  1. Bunga Bintang Sudut Lima dan Lima Sekelompok Daun Bunga

Bunga berwarna putih menunjukaan kemurniaan jiwa siswa yang berintikaan pancasila, yang dilukiskan dalam bintang sudut lima.

Para siswa berusaha melalui lima jalan (kewajibaan utama siswa dengan landasaan abadi terhadap Tuhan Yang Maha Esa, loyalitas terhadap bangsa, negara, dan adab terhadap orang tua, guru dan pimpinan) yang dilukiskaan dalam lima kelopak daun bunga, agar menjadi warg negara yang baik dan berguna.

  1. Buku Terbuka

Kewajiban utama siswa yang pertama yaitu, belajar dikelas dan menuntut ilmu akan menjadi sumbangsih siswa terhadap pembangunaan.

  1. Kunci Pas

Kunci pas adalah alat yang digunakaan membuka semua permasalahan dan kunci pemacahan dari segala kesulitan. Oleh karena itu siswa diharuskaan untuk memiliki kewajiban utama siswa yang kedua yaitu, kemauaan berkerjakeras dan kesenangan berkerja, yang akan menumbuhkan rasa percaya diri dan bebas dari ketergantunggan serta menyebabkan siswa berani sendiri.

  1. Dua Tangan Terbuka

Kewajiban utama siswa yang ke tiga adalah berbakti. Yang dapat terwujud dengan menolong orang lain dan teman yang lemah, bila hal itu terjadi secara spontan akan menunjukan mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.

  1. Biduk

OSIS sebagai badan usaha pembinaan yang melaju dilautan hidup untuk menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita-citakan.

  1. Pelangi Merah Putih

Tujuan nasional yang dicita-citakan adalah masyarakat adi dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu negara kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, materil maupun spiritual.

  1. Tujuh Belas Butir Padi, Delapan Belas Lipataan Pita, Empat Buah Kapas dan Lima Daun Kapas

17 Agustus 1945 adalah penegakaan Kemerdekaan Indonesia mengandung nilai perjuangaan, yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuanggan bangsa dan pembangunaan nasional.

  1. Warna Kuning

Warna kehormataan, bila siswa dipercaya dan diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingaan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada bangsa dan negara.

Selasa, 16 Februari 2010

ADIWIYATA

ADIWIYATA adalah program terhadap sekolah yang mewujudkan sekolah berwawasan dan peduli lingkungan
Apa Itu ADIWIYATA ?
Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna: Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

TUJUAN PROGRAM ADIWIYATA
Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan norma-norma dasar yang antara lain: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu: partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; serta berkelanjutan, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperensif.

INDIKATOR DAN KRITERIA PROGRAM ADIWIYATA

A. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan
Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan b e r k e l a n j u t a n .

Pengembangan kebijakan sekolah tersebut antara lain:
1. Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
3. Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan
non-kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.
4. Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan s e k o l a h yang bersih dan sehat.
6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan
masalah lingkungan hidup.

B. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para siswa dapat dilakukan melalui kurikulum secara terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari (isu local).

Pengembangan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain:
1. Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
2. Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
3. Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.
4. Pengembangan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.

C. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif
Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya.

Kegiatan-kegiatan tersebutantara lain:
1. Menciptakan kegiatan ekstra kurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis patisipatif di sekolah.
2. Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
3. Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.

D. Pengelolaan dan atau Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah
Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana dan prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup, antara lain meliputi:

1. Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.
2. Peningkatan kualitas penge-lolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah.
3. Penghematan sumberdaya alam (listrik, air, dan ATK).
4. Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
5. Pengembangan sistem pengelolaan sampah.

PENGHARGAAN ADIWIYATA
Pada dasarnya program Adiwiyata tidak ditujukan sebagai suatu kompetisi atau lomba. Penghargaan Adiwiyata diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang mampu melaksanakan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penghargaan diberikan pada tahapan pemberdayaan (selama kurun waktu kurang dari 3 tahun) dan tahap kemandirian (selama kurun waktu lebih dari 3 tahun).

Pada tahap awal, penghargaan Adiwiyata dibedakan atas 2 (dua) kategori, yaitu:
1. Sekolah Adiwiyata adalah, sekolah yang dinilai telah berhasil dalam melaksanakan Pendidikan Lingkungan Hidup.
2. Calon Sekolah Adiwiyata adalah. Sekolah yang dinilai telah berhasil dalam Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup.

Pada tahun 2007 kuesioner yang diterima oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup dari seluruh Indonesia sebanyak 146 sekolah yang berasal dari 17 propinsi. Setelah melalui tahaptahap seleksi penilaian, maka ditetapkanlah 30 sekolah sebagai calon model sekolah Adiwiyata tahun 2007. Sedangkan 10 sekolah yang telah terseleksi sebelumnya di tahun 2006 (meliputi ruang lingkup Pulau Jawa) ditetapkan sebagai sekolah penerima penghargaan Adiwiyata sesuai dengan kategori pencapaiannya.

TATA CARA PENGUSULAN CALON PENERIMA PENGHARGAAN ADIWIYATA
Setiap Sekolah dapat diajukan oleh Pemerintah Daerah sebagai calon Sekolah Adiwiyata sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Pengajuan calon sebagaimana dimaksud diatas dilakukan dengan mengisi kuesioner dan menyertai lampiran yang diperlukan sesuai dengan formulir yang telah disediakan oleh Kantor Negara Lingkungan Hidup.

Calon sekolah Adiwiyata dan sekolah Adiwiyata akan diteliti lebih lanjut oleh Dewan Pertimbangan Adiwiyata.

Penerima penghargaan calon dan sekolah Adiwiyata ditetapkan dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup.

MEKANISME PENILAIAN PROGRAM ADIWIYATA
Pada dasarnya peluang mengikuti program Adiwiyata terbuka bagi seluruh sekolah di tanah air Indonesia. Mengingat keterbatasan yang ada dan kepentingan dari semua pihak terkait, maka dalam proses seleksi dan peni laian, Kementerian Negara Lingkungan Hidup dibantu oleh berbagai pihak, antara lain: Pemerintah Daerah setempat (dalam hal ini dikoordinir oleh BPLHD/Bapedalda Propinsi), bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Akademisi dan pihak swasta lainnya.

Tim Penilai Adiwiyata pun terdiri dari berbagai pemangku kepentingan yaitu: Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Departemen Pendidikan Nasional, LSM yang bergerak di bidang lingkungan, Jaringan Pendidikan Lingkungan, Perguruan Tinggi, Swasta dll. Sedangkan Dewan Pengesahan Adiwiyata terdiri dari Pakar Lingkungan, Pakar Pendidikan Lingkungan, wakil dari Perguruan Tinggi dlsbnya.